Resmi Lantik PW ISMI Kepri, Nizhamul Tegaskan Visi Strategis Intelektual Melayu
TANJUNG PINANG, 26 September 2026 — Pengurus Besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PB ISMI) mengukuhkan
komitmennya sebagai garda terdepan pembangunan kapasitas kaum intelektual
Melayu. Ketua Umum PB ISMI, Nizhamul, S.E., M.M., bergelar Seri Kesuma Setia
Negeri, secara resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus Wilayah (PW) ISMI
Kepulauan Riau periode 2026–2030 di Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau,
Tanjungpinang, Jumat (25/9/2026) malam.
Pelantikan yang mengacu pada Surat Keputusan PB ISMI Nomor
40/KPTS/IX/2026 ini menetapkan Basyauruddin Idris, S.H., sebagai Ketua PW ISMI
Kepulauan Riau, didampingi jajaran tokoh daerah, akademisi, profesional, serta
pimpinan perguruan tinggi yang mengisi struktur Dewan Pembina, Dewan Penasehat,
Dewan Pakar, dan Dewan Adat.
Dalam pengarahannya, Ketua Umum PB ISMI Nizhamul, S.E., M.M., menegaskan
visi strategis ISMI untuk mengaitkan potensi intelektual sarjana Melayu dengan
tantangan geografis dan geopolitik di kawasan strategis, khususnya koridor
Selat Malaka.
Nizhamul menekankan urgensi memperluas ruang silaturahmi dan jejaring antarakademisi, terutama di empat provinsi yang berhadapan langsung dengan kawasan Selat Malaka. Menurutnya, ISMI harus memegang peran sentral dalam memastikan bahwa potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) Melayu di seluruh Indonesia dikelola secara optimal dan berkeadilan.

"ISMI bertekad dan akan terus berusaha menjadi garda terdepan untuk
memberikan kontribusi komprehensif terkait perkembangan SDM dan SDA Melayu di
seluruh Nusantara. Untuk mewujudkan cita-cita besar ini, diperlukan silaturahmi
yang lebih luas di antara para akademisi, khususnya di empat provinsi kawasan
Selat Malaka, serta sinergitas lintas sektor yang kokoh,\" tegas Ketua Umum
PB ISMI Nizhamul.
Komposisi PW ISMI Kepri 2026–2030 mencerminkan kekuatan kolaborasi kaum
sarjana dan cendekiawan Melayu. Dewan Pembina diisi oleh Gubernur dan Wakil
Gubernur Kepri, Ketua DPRD Kepri, Sekretaris Daerah Kepri, serta para pimpinan
perguruan tinggi se-Kepulauan Riau. Sementara jajaran Dewan Penasihat diperkuat
oleh tokoh-tokoh strategis daerah seperti Ansar Ahmad, Nurdin Basirun, Amsakar
Achmad, Datuk Raja Al Hafiz, Huzrin Hood, Irjen Pol. (Purn.) Yan Fitri, Iman
Sutiawan, Sudirman Almun, Tengku Sayid Arif Fadhillah, Rizki Faisal, Rodial
Huda, serta Luki Zaiman Prawira.
Guna memastikan kontribusi akademis yang terukur, Dewan Pakar ISMI Kepri
diisi oleh deretan akademisi dan profesional handal, antara lain Hendri
Kurniadi, Aris Fariandi, Suryadi, Hos Arie Rhamadhan, Endri Sanopaka, Ade
Angga, Zulhendri, Safarilis, Eva Amalia, Nensi Lapotulo, Endri Joko Satrio, dan
Heri Andrianto. Adapun Dewan Adat diperkuat oleh tokoh-tokoh pemangku
kebudayaan seperti Abdul Malik, Raja Suzana Fitri, Paridah, Zamzami A. Karim,
Rumzi Samin, dan Muzahar.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memberikan apresiasi tinggi atas
kepemimpinan ISMI dalam menghimpun kekuatan intelektual Melayu. Hadir mewakili
Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Misni, menyambut
hangat komitmen ISMI dan mendorong agar kepengurusan baru segera merealisasikan
program-program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.
\"Keberadaan ISMI Provinsi Kepri harus menjadi wadah yang tidak
hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat
melalui program yang nyata, terukur, dan berdampak. Sinergi lintas sektor, antara
ISMI, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, menjadi kunci
agar program pemberdayaan yang dijalankan dapat berlangsung secara
berkelanjutan,\" ujar Misni.
Dengan pengukuhan kepengurusan baru ini, ISMI Kepulauan Riau siap
mengeksekusi visi PB ISMI di bawah kepemimpinan Nizhamul, S.E., M.M., untuk
menjadikan kaum sarjana Melayu sebagai motor penggerak pembangunan daerah,
pengawal kedaulatan budaya, serta pilar penguat SDM dan SDA di tanah Melayu.
Lihat juga