Your Cart 3

  • Marketing Course
    Brief description
    $120
  • Strategy Course
    Brief description
    $80
  • Digital Course
    Brief description
    $50
  • Total (USD) $250

Search

Resmi Lantik PW ISMI Kepri, Nizhamul Tegaskan Visi Strategis Intelektual Melayu

Ditulis oleh melayu.us padaMelayu.us, Selasa 29 September 2026 | 16:05

TANJUNG PINANG, 26 September 2026 — Pengurus Besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PB ISMI) mengukuhkan komitmennya sebagai garda terdepan pembangunan kapasitas kaum intelektual Melayu. Ketua Umum PB ISMI, Nizhamul, S.E., M.M., bergelar Seri Kesuma Setia Negeri, secara resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus Wilayah (PW) ISMI Kepulauan Riau periode 2026–2030 di Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Jumat (25/9/2026) malam.

Pelantikan yang mengacu pada Surat Keputusan PB ISMI Nomor 40/KPTS/IX/2026 ini menetapkan Basyauruddin Idris, S.H., sebagai Ketua PW ISMI Kepulauan Riau, didampingi jajaran tokoh daerah, akademisi, profesional, serta pimpinan perguruan tinggi yang mengisi struktur Dewan Pembina, Dewan Penasehat, Dewan Pakar, dan Dewan Adat.

Dalam pengarahannya, Ketua Umum PB ISMI Nizhamul, S.E., M.M., menegaskan visi strategis ISMI untuk mengaitkan potensi intelektual sarjana Melayu dengan tantangan geografis dan geopolitik di kawasan strategis, khususnya koridor Selat Malaka.

Nizhamul menekankan urgensi memperluas ruang silaturahmi dan jejaring antarakademisi, terutama di empat provinsi yang berhadapan langsung dengan kawasan Selat Malaka. Menurutnya, ISMI harus memegang peran sentral dalam memastikan bahwa potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) Melayu di seluruh Indonesia dikelola secara optimal dan berkeadilan.


"ISMI bertekad dan akan terus berusaha menjadi garda terdepan untuk memberikan kontribusi komprehensif terkait perkembangan SDM dan SDA Melayu di seluruh Nusantara. Untuk mewujudkan cita-cita besar ini, diperlukan silaturahmi yang lebih luas di antara para akademisi, khususnya di empat provinsi kawasan Selat Malaka, serta sinergitas lintas sektor yang kokoh,\" tegas Ketua Umum PB ISMI Nizhamul.

Komposisi PW ISMI Kepri 2026–2030 mencerminkan kekuatan kolaborasi kaum sarjana dan cendekiawan Melayu. Dewan Pembina diisi oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, Ketua DPRD Kepri, Sekretaris Daerah Kepri, serta para pimpinan perguruan tinggi se-Kepulauan Riau. Sementara jajaran Dewan Penasihat diperkuat oleh tokoh-tokoh strategis daerah seperti Ansar Ahmad, Nurdin Basirun, Amsakar Achmad, Datuk Raja Al Hafiz, Huzrin Hood, Irjen Pol. (Purn.) Yan Fitri, Iman Sutiawan, Sudirman Almun, Tengku Sayid Arif Fadhillah, Rizki Faisal, Rodial Huda, serta Luki Zaiman Prawira.

Guna memastikan kontribusi akademis yang terukur, Dewan Pakar ISMI Kepri diisi oleh deretan akademisi dan profesional handal, antara lain Hendri Kurniadi, Aris Fariandi, Suryadi, Hos Arie Rhamadhan, Endri Sanopaka, Ade Angga, Zulhendri, Safarilis, Eva Amalia, Nensi Lapotulo, Endri Joko Satrio, dan Heri Andrianto. Adapun Dewan Adat diperkuat oleh tokoh-tokoh pemangku kebudayaan seperti Abdul Malik, Raja Suzana Fitri, Paridah, Zamzami A. Karim, Rumzi Samin, dan Muzahar.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memberikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan ISMI dalam menghimpun kekuatan intelektual Melayu. Hadir mewakili Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Misni, menyambut hangat komitmen ISMI dan mendorong agar kepengurusan baru segera merealisasikan program-program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.

\"Keberadaan ISMI Provinsi Kepri harus menjadi wadah yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat melalui program yang nyata, terukur, dan berdampak. Sinergi lintas sektor, antara ISMI, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, menjadi kunci agar program pemberdayaan yang dijalankan dapat berlangsung secara berkelanjutan,\" ujar Misni.

Dengan pengukuhan kepengurusan baru ini, ISMI Kepulauan Riau siap mengeksekusi visi PB ISMI di bawah kepemimpinan Nizhamul, S.E., M.M., untuk menjadikan kaum sarjana Melayu sebagai motor penggerak pembangunan daerah, pengawal kedaulatan budaya, serta pilar penguat SDM dan SDA di tanah Melayu.

Ditulis dengan penanda: ISMI +KEPRI +ICSM2026 +Nizhamul