ISMI Gelar Dialog Kebangsaan IV
MEDAN, 9
Juli 2026 – Ikatan Sarjana Melayu Indonesia
(ISMI) sukses menyelenggarakan Dialog Kebangsaan Edisi ke-IV yang bertajuk "Menjemput Tuah, Meninggi Marwah: Mengukuhkan Tanjak dan Tengkuluk
Sumatera Utara dalam Peta Budaya Nasional". Kegiatan yang berlangsung di
Ruang Al Huda, Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB), Medan ini menjadi
momentum krusial bagi upaya perlindungan identitas budaya Melayu melalui
mekanisme legalitas formal. Diawali dengan rangkaian seremonial yang khidmat,
termasuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Tanah Melayu,
acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan ISMI, perwakilan Kesultanan Serdang,
serta sivitas akademika UNPAB.
Ketua Harian Pengurus Besar ISMI, Prof. Dr. Ir. Ilmi, M.Sc. (Datuk Daksa Bhakti Negara), dalam sambutannya menegaskan bahwa Dialog Kebangsaan IV merupakan forum strategis untuk melakukan rekonstruksi filosofis terhadap atribut hiasan di kepala dalam budaya Melayu. Bagi masyarakat Melayu, tanjak dan tengkuluk bukanlah sekadar pelengkap busana, melainkan mahkota yang menyimpan pesan filosofis, sejarah panjang, serta jati diri yang harus dijaga eksistensinya. Prof. Ilmi menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan manifestasi kontribusi intelektual cendekiawan Melayu dalam merespons dinamika perubahan sosial serta wujud nyata dari upaya merawat ingatan dan menjaga marwah identitas bangsa.

(Prof. Dr. Ir. Ilmi, M.Sc.-Foto.Doc,)
Sultan
Serdang ke-IX, DYMM Tuanku Achmad Thala’a Syariful Alamsyah, dalam arahannya
menyoroti pentingnya langkah konkret dalam pendokumentasian aset budaya. Meskipun Kesultanan Serdang telah melakukan upaya
pewarisan budaya secara mandiri, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi
kendala yang menuntut sinergi strategis antara lembaga adat, pemerintah, dan
akademisi untuk memastikan ketahanan kebudayaan nasional. Dukungan senada
disampaikan oleh perwakilan Rektor UNPAB, Dr. H. M. Isa Indrawan, S.E., M.M.
(Datuk Teruna Wangga), yang menyatakan bahwa UNPAB berkomitmen penuh untuk
mendukung langkah nyata dalam pelestarian dan pendokumentasian khazanah budaya
Melayu.
Tengku
Rizqan, B.Mus.Ed., M.Sn., selaku Sekretaris Bidang Seni Budaya PB ISMI
sekaligus Ketua Panitia dan moderator acara, menekankan pentingnya
keberlanjutan forum ini sebagai instrumen intelektual. \"Ikatan Sarjana
Melayu Indonesia berkomitmen untuk menyediakan ruang dialektika bagi
pemikiran-pemikiran konstruktif. Melalui wadah dialog yang berkelanjutan, forum
ini diharapkan mampu menjadi katalisator dalam merumuskan solusi strategis atas
isu-isu krusial yang dihadapi masyarakat Melayu di Indonesia,\" tegasnya.
Sesi
pemaparan materi menghadirkan Kepala Balai Seni Tanjak Tengkuluk Kesultanan
Serdang, Abu Abdillah Fahmi, S.T yang menguraikan rekam jejak, tipologi,
serta analisis mendalam mengenai konstruksi teknis tanjak dan tengkuluk.
Sementara itu, Hj. Dr. Tengku Mira Sinar, M.A. ahli cagar budaya dan warisan
budaya takbenda (WBTB) Provinsi Sumatera Utara, memaparkan urgensi integrasi
khazanah budaya ke dalam big data nasional. Menurut beliau, proses
pencatatan formal bukan sekadar langkah administratif, melainkan strategi agar
kekayaan intelektual leluhur terdokumentasi dengan baik, terverifikasi, dan
dapat diakses untuk kepentingan riset kebudayaan di masa depan.
Dalam
sesi diskusi yang melibatkan para pemangku kepentingan, termasuk perwakilan
dari Kabupaten Batu Bara, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat serta
akademisi dari beberapa universitas negeri maupun swasta, disepakati beberapa
poin penting. ISMI akan segera memformulasikan rekomendasi resmi kepada Balai
Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I Sumatera untuk mempercepat penetapan
tanjak dan tengkuluk sebagai WBTB. Selain itu, forum menekankan perlunya peningkatan
kualitas basis data, publikasi artikel ilmiah di jurnal bereputasi, serta
penguatan edukasi etika penggunaan atribut budaya bagi generasi muda. Dengan dihadiri
sekitar 70 peserta dari berbagai lapisan masyarakat, dialog ini ditutup dengan
semangat kolaborasi untuk mentransformasi nilai tradisional menjadi modal
sosial yang diakui dalam peta budaya nasional.(Sekretariat Bidang Seni
Budaya PB ISMI Medan, Sumatera Utara)
Lihat juga