Your Cart 3

  • Marketing Course
    Brief description
    $120
  • Strategy Course
    Brief description
    $80
  • Digital Course
    Brief description
    $50
  • Total (USD) $250

Search

Basyaruddin Idris Resmi Nahkodai ISMI Kepri: Ketum PB ISMI dan Sekdaprov Kepri Dorong Cendekiawan Melayu Hadirkan Program Nyata dan Perkuat Sinergi Selat Malaka

Ditulis oleh melayu.us padaMelayu.us, Selasa 29 September 2026 | 16:24

TANJUNG PINANG, 26 September 2026 — Momentum penguatan peran strategis sarjana Melayu di perbatasan maritim Indonesia kian menguat. Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PW ISMI) Provinsi Kepulauan Riau periode 2026–2030 secara resmi dilantik di Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Jumat (25/9/2026).

Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar ISMI, Nizhamul, S.E., M.M., bergelar Seri Kesuma Setia Negeri. Berdasarkan Surat Keputusan PB ISMI Nomor 40/KPTS/IX/2026 tertanggal 22 September 2026, mandat kepemimpinan secara resmi diserahkan kepada Basyaruddin Idris, S.H. sebagai Ketua PW ISMI Kepulauan Riau.

Prosesi ini menjadi pilar penting yang memperkokoh komitmen ISMI setelah sukses menggelar forum internasional The 1st International Conference on the Strait of Malacca (ICSM 2026) pada 24–25 September 2026 yang menghasilkan 10 Resolusi dan 10 Rekomendasi Kebijakan Selat Malaka.


Ketum PB ISMI Nizhamul: Garda Terdepan SDM dan SDA Melayu di Selat Malaka

Dalam amanat pelantikannya, Ketua Umum PB ISMI Nizhamul, S.E., M.M., menegaskan bahwa kepengurusan baru PW ISMI Kepri harus menjadi motor penggerak dalam menyelaraskan potensi akademis dengan tantangan geopolitik Selat Malaka.

Nizhamul menggarisbawahi pentingnya membangun jaringan silaturahmi yang lebih luas di antara para akademisi, khususnya di empat provinsi yang berhadapan langsung dengan kawasan strategis Selat Malaka. Langkah ini menjadi fondasi bagi ISMI untuk berdiri di barisan terdepan dalam mengawal potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) Melayu secara komprehensif di seluruh Indonesia.

\"ISMI bertekad menjadi garda terdepan untuk memberikan kontribusi komprehensif terkait perkembangan SDM dan SDA Melayu. Pelantikan PW ISMI Kepri di bawah kepemimpinan Basyaruddin Idris ini merupakan momentum krusial untuk memperkuat sinergi inter-akademisi kawasan Selat Malaka demi mewujudkan kedaulatan maritim dan keberlanjutan Ekonomi Biru,\" tegas Nizhamul.

Basyaruddin Idris Siap Nahkodai Cendekiawan Kepri dan Kawal Hasil ICSM 2026

Sebagai Ketua PW ISMI Kepri terpilih, Basyaruddin Idris, S.H., menyatakan kesiapannya untuk membawa kepengurusan periode 2026–2030 menjadi wadah pemikir (think tank) yang aktif dan responsif terhadap isu-isu kemasyarakatan dan daerah.

Di bawah kepemimpinannya, PW ISMI Kepri berkomitmen untuk langsung mengeksekusi dan mengawal hasil-hasil strategis dari konferensi ICSM 2026—mulai dari dorongan pembentukan kurikulum muatan lokal kemaritiman, penguatan usaha ekonomi pesisir, hingga pengakuan ruang hidup nelayan dan masyarakat adat laut.

Kepengurusan PW ISMI Kepri di bawah Nahkoda Basyaruddin Idris juga tampil solid dengan merangkul lintas elemen strategis. Jajaran Dewan Pembina diperkuat oleh Gubernur, Wakil Gubernur, Ketua DPRD, Sekdaprov Kepri, serta pimpinan perguruan tinggi (UMRAH, BTP, ITEBA). Sementara Dewan Penasihat dihiasi tokoh-tokoh terkemuka seperti H. Ansar Ahmad, Dr. H. Nurdin Basirun, Dr. H. Amsakar Achmad, Datuk Raja Al Hafiz, H. Huzrin Hood, hingga Irjen Pol. (Purn.) Drs. H. Yan Fitri. Jajaran Dewan Pakar dan Dewan Adat turut diisi akademisi senior seperti Prof. Dr. Abdul Malik dan Drs. Zamzami A. Karim.

Sekdaprov Kepri Misni: ISMI Harus Hadirkan Program Nyata dan Berdampak

Hadir mewakili Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Misni, S.K.M., M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam atas terbentuknya kepengurusan PW ISMI Kepri. Misni mendorong agar keberadaan kaum sarjana Melayu tidak berhenti pada seremoni organisasi, melainkan diwujudkan dalam kerja-kerja nyata di lapangan.

\"Keberadaan ISMI Provinsi Kepri harus menjadi wadah yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat melalui program yang nyata, terukur, dan berdampak,\" ujar Misni.

Misni menambahkan bahwa tantangan pembangunan Kepulauan Riau sebagai provinsi maritim membutuhkan kolaborasi erat lintas sektor. \"Sinergi antara ISMI, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci utama agar program pemberdayaan yang dijalankan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Pemprov Kepri siap bergandengan tangan dengan ISMI untuk memajukan daerah,\" tambah Misni.

Pengukuhan PW ISMI Kepri yang dirangkaikan dengan penutupan konferensi internasional ICSM 2026 menegaskan posisi ISMI sebagai organisasi cendekiawan yang tidak hanya menjaga akar kebudayaan dan sejarah Melayu, tetapi juga aktif menyumbang gagasan kritis terhadap kebijakan maritim nasional dan global.

Informasi Media & Kontak:

Humas Pengurus Besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PB ISMI)

Ditulis dengan penanda: ISMI +ICSM2026